The Kite Runner karya Khaled Hosseini bukan sekedar novel yang mengisahkan tentang permainan layang - layang di langit Kabul. Kisah yang menyayat hati, persahabatan, pengkhianatan, rasa bersalah dan penebusan dosa. Sebagai pembaca, saya seperti menaiki rollercoaster dengan konflik - konflik yang menyentuh hati.
Kisah ini berawal dari Amir, seorang anak laki - laki dari keluarga berada di Kabul dan Hassan, sahabatnya sekaligus putra pelayan keluarga mereka. Meskipun Hassan berasal dari seorang Hazara, kaum minoritas yang termarginalkan, Hassan merupakan pelayan yang loyal dan setia pada Amir. "For you, a thousand times over" merupakan kata - kata legendaris yang menggambarkan loyalitas Hassan terhadap Amir.
Amir dan Hassan berbagi masa kecil yang indah dan penuh tawa. Walaupun Hassan seorang etnis Hazara tetapi Keluarga Amir memperlakukan mereka selayaknya saudara. Namun pada suatu hari pada saat turnamen layang - layang di Kabul mengubah segalanya. Peristiwa di gang sempit merubah persahabatan Amir dan Hassan. Sikap pengecut Amir dan rasa bersalahnya membuat persahabatan mereka rapuh dan Amir terus menurus dihantui rasa bersalahnya hingga dewasa.
Karakter yang Jauh dari Kata Sempurna
Khaled Hosseini menggambarkan Amir sebagai karakter protagonis yang tidak sempurna. Amir itu egois, pencemburu. Pada cerita mungkin Amir adalah orang yang membuat pembaca kesal tapi seiring berjalannya cerita, kita sadar bahwa Amir adalah cerminan manusia yang takut menghadapi resiko.

0 Comments